Kamis, 01 Januari 2015

only for you (IV)

ONLY FOR YOU (IV)
kita hanya bisa saling meminta maaf,tanpa bisa memaafkan
ada hal yang akan hilang jika terungkap kata maaf dan memaafkan
hanya mungkin kamu atau aku yang akan pergi
kita akan terpisah sangat jauh 

detik di 2015 
pertanda tidak ada akan komunikasi sms,WA,BBM
semua akan memulai dengan hal baru
tanpa mu,tanpa rasa ku
restorasi cinta dan cita
memaksaku untuk membunuh setiap helaan nafas cinta mu
dan aku akan selalu mengawasi mu dalam setiap langkap ku
hanya retorika waktu yang mampu menjawab 

aku atau kamu yang akan terpisah di ujung tahun 2014
dan baru ku sadari cinta ku tak berbalas 
sungguh menusuk sembilu

ini tahun ku
fokus pada akhirat dan diri ku
mempersiapkan langkah-langkah baru
demi sebuah gelar yang ku mau

cinta hanya akan membuat kita kuat sesaat
tapi ketulusan bersahabat akan membuat hati terikat 
yang tak akan tergores oleh alunan waktu.

be smart.think smart.karena allah 

MENEJEMEN PIUTANG

MANAJEMEN PIUTANG
Umumnya perusahaan lebih menyukai penjualan secara tunai, tetapi tekanan persaingan
dan kebutuhan untuk meningkatkan penjualan menyebabkan perusahaan menawarkan
penjualan secara kredit.. Hubungan antara piutang dengan kas adalah sebagai berikut:
Kas1 Barang Jadi Piutang Kas2
(Penjualan Kredit)
Besarnya investasi dalam piutang ditentukan:(1)volume penjualan kredit, (2)syarat
pembayaran kredit, makin longgar atau makin lunak syarat kredit makin besar piutang dagang,
(3)kemampuan mengumpulkan atau menagih piutang, (4)karakter pengutang atau debitur.
Pertimbangan pemberian kredit : (1)character > untuk memperkirakan kemungkinan
pelanggan mau memenuhi kewajibannya. (2)capacity > kemampuan pelanggan utk membayar
(3)capital > penilaian atas posisi keuangan secara umum ,(4)collateral > penilaian harta
pengutang yang dijadikan jaminan,(5)condition > kondisi ekonomi, sosial, politik, dan bisnis.
1. Perputaran Piutang (Receivable Turnover)
Perputaran piutang dimulai dari kas, proses produksi, penjualan, piutang, kembali ke kas.
Makin cepat perputaran piutang makin baik kondisi keuangan perusahaan.:
Perputaran piutang = Penjualan kredit = .…. X ; dan Rata Pengumpulan Piutang = 360 hr
Rata-Rata Piutang Perputaran Piutang
Perputaran piutang dan rata-rata pengumpulan piutang dapat disajikan dalam tabel berikut:

KETERANGANTAHUN 2000Tahun 2001
Penjualan bersihRp.200Rp.180
Piutang awal tahunRp.40Rp.50
Piutang akhir tahunRp.60Rp.30
rata-rata piutang=Rp(40+60)/2 dan( 50+30)/2Rp.50Rp.40
PerputaranPiutang=Rp(200/50) dan (180/40)4 kali4,5 kali

Rata-rata pengumpulan Piutang=(360/4)dan ( 360/4,5)
90 hari80 hari

Cara lain untuk menentukan perputaran piutang dan rata-rata pengumpulan piutang :
PT ABC memiliki nilai penjualan per tahun Rp 180, seluruhnya dijual kredit 30 hari, dengan
syarat penjualan 2/10, net 30. Perilaku pembeli dlm membayar > 60 % membayar dalam waktu
10 hari, dan sisanya dalam waktu 30 hari. Jawab:
1) Jangka Waktu Penagihan (Day Sales Oustanding atau DSO) atau Periode Penagihan Ratarata
(Average Collection Period atau ACP) adalah: 0,60(10) + 0,40(30) = 18 hari.
2) Rata-rata penjualan per hari(Average Daily Sales atau ADS), dengan asumsi satu tahun 360
hari kerja: (Rp 180 / 360) = Rp 0,50
3) Rata2 Piutang: (Jangka Waktu Penagihan X Penjualan per hari) = (18 hari X Rp 0,50) = Rp 9.
4) Perputaran Piutang = (Penjualan / Rata-rata Piutang) = (Rp 180 / Rp 9) = 20X
5) Periode Penagihan Rata-rata = (360 hari / Perputaran Piutang) = (360 hari / 20) = 18 hari.
6) Periode Penagihan Rata-rata atau Jangka Waktu Penagihan dapat dihitung dengan rumus:
Piutang = Rp 9 = 18 hari
(Penjualan / 360 hari) (Rp 180 / 360 hari)
2.Pengendalian Piutang
Piutang dikendalikan dengan menyusun tabel umur piutang >> dalam tabel tersebut dapat diketahui jumlah piutang yang dapat ditagih dan yang lambat ditagih.
Makin panjang umur piutangnya, makin buruk kondisi perusahaan karena makin lama piutang tersebut menjadi uang tunai/ kas. Contoh umur piutang dari PT ABC dan PT ABK.
Umur piutangPT.ABCPT.ABK
nilai piutang% dari total nilai Piutangnilai piutang% dari total nilai Piutang
diatas 6000405%
46-60008010%
31-450012015%
11-3016020%16020%
0-1064080%40050%
total800100%800100%
3. Kebijakan Penagihan Kredit
Kebijakan penagihan , dipengaruhi :
a) waktu dari saat penjualan sampai dengan pelanggan melakukan pembayaran, dan
b) waktu untuk memproses dan menerima pembayaran yang telah dikirim pelanggan.
Misalnya perusahaan memiliki credit terms net 30, maka ia berharap ACP-nya sama dengan 30 hari. Jika realisasi ACP lebih besar dari 30 hari, maka perusahaan perlu mereview kembali pelaksanaan kreditnya.
4.Anggaran Pengumpulan Piutang
Misal, PT ABC mempunyai penjualan bulan Januari Rp 100, Februari Rp 200, dan Maret Rp 300. Syarat pembayaran ditetapkan 3/20/net 30 setelah bulan penjualan. Perilaku pembeli dalam membayar (Pola pembayaran pembeli ) > 70% pelanggan membayar 20 hari setelah bulan penjualan, 20% pelanggan membayar 10 hari terakhir bulan kesatu sesudah bulan penjualan, dan 10% pelanggan membayar pada bulan kedua setelah bulan penjualan.
Perhitungan pengumpulan piutang bulan Februari, Maret, April,:
Bulan Februari:
• Piutang penj. bln januari=(70% XRp100 =Rp70) dikurangi (3% X Rp70 = Rp2,10) = Rp 67,90.
• 20% terkumpul dalam waktu 10 hari terakhir >> 20% X Rp 100 = Rp 20.
• Jadi dalam bulan Februari, piutang terkumpul = Rp 67,90 + Rp 20 = R p 87,90
Bulan Maret:
• Piutang dari penjualan bulan Januari = 10% X Rp 100 = Rp 10
• Piutang penj. Feb = (70% X Rp 200 = Rp 140) dikurangi (3% X Rp 140= Rp 4,2)= Rp 135,80
• 20% terkumpul dalam waktu 10 hari terakhir >> 20% X Rp 200 = Rp 40
• Jadi dalam bulan Maret, piutang terkumpul >> Rp 10 + Rp 135,80 + Rp 40 = Rp 185,80
Bulan April:
• Piutang atas penjualan bulan Februari >> 10% X Rp 200 = Rp 20
• Piutang penj.Mart.(70% X Rp 300= Rp 210) dikurangi (3% X Rp 210= Rp 6,30) = Rp 203,70
• 20% terkumpul dalam waktu 10 hari terakhir >> 20% X Rp 300 = Rp 60
• Jadi dalam bulan April, piutang terkumpul >> Rp 20 + Rp 203,70 + Rp 60 = Rp 283,70
5. Kebijakan Kredit (Credit Policy)
Berikut ini disajikan contoh kasus: PT Lesmana:
Kebijkan lama: potongan tunai 3% untuk pembayaran sampai dengan 7 hari (3/7).
Rata-rata Pengumpulan piutang 30 hari >> 3/7,net 30, pembeli yang memanfaatkan potongan tunai 15%, piutang tak tertagih (bad debt) 2% dari penjualan kredit (credit sales). Penjualan selama satu tahun 1.500 @ Rp 5 ; Variable Cost Rp 2,3. Biaya modal 22% per tahun.
Kebijakan baru: perjanjian kredit penjualan (term of sales) adalah 4/15.
Rata-rata pengumpulan piutang 40 hari >> 4/15,net 40. Yang memanfaatkan potongan tunai bertambah menjadi 25% dan penjualan meningkat 20%, ada tambahan tenaga penjual 3 orang dengan gaji per bulan Rp1,7 per bulan per orang, piutang tak tertagih (bad debt) 3%. Apakah perusahaan mempertahankan kebijakan lama atau baru?
Solusi kasus PT Lesmana tersebut dapat disajikan dalam tabel berikut :
Keterangan
Kebijakan Lama
Kebijakan Baru
Penjualan
Piutang
Tunai
Perputaran Piutang
Rata-rata Piutang
Investasi pada piutang
Manfaat:
Marjin Kontribusi*
Pengorbanan:
Biaya Modal
Piutang Tak Tertagih
Potongan Tunai
Gaji tenaga penjual
Rp 7.500
85% X 7.500 = Rp 6.375
15% x7.500= Rp 1.125
360/30 = 12X
Rp 6.375/12 = Rp 531,25
46% X Rp 531,25 =Rp244,375
54% X Rp 7.500 =Rp 4.050
22% X Rp244,375=Rp53,7625
2% X Rp 6.375 =Rp 127,5
3% X Rp 1.125 =Rp 33,75
(1+20%)(7.500) = Rp 9.000
75% X 9.000 = Rp 6.750
25%xRp.9.000=Rp 2.250
360/40 = 9X
Rp 6.750/9 = Rp 750
46% X Rp 750 = Rp 345
54% X Rp 9.000 =Rp 4.860
22% X Rp 345 = Rp 75,9
3% X Rp 6.750 = Rp 202,5
4% X Rp 2.250 = Rp 90
3 X 12 bln X Rp 1,7 = Rp 61,2
Perhitungan Laba (rugi) atas kebijakan baru:
• Tambahan marjin kontribusi = Rp 4.860 – Rp 4.050 = Rp 810
• Tambahan biaya modal =Rp 75,9 – Rp 53,7625 = (Rp 22,14)
• Tambahan piutang tak tertagih= Rp 202,5 – Rp 127,5= (Rp 75,00)
• Tambahan potongan tunai = Rp 90 – Rp 33,75 = (Rp 56,25)
• Gaji tenaga penjual = (Rp 61,20) >> Rp.214,59
• Tambahan Laba = Rp 595,41
Kesimpulan: Kebijakan baru, layak dijalankan karena ada tambahan laba sebesar Rp 595,41.
6. Macam – Macam Penjualan Kredit
a. Penjualan secara kredit tanpa diskon.
PT GM semula menjual gula pasir secara tunai > tercapai penjualan per tahun Rp 800.000.000.
Perusahaan kemudian merencanakan akan merubah syarat penjualan menjadi n/30.
Dengan syarat penjualan tersebut, diperkirakan penjualan meningkat sampai Rp 1.050.000.000.
Bila Profit margin 15% dan biaya dana 16% , Apakah perusahaan perlu beralih ke penjualan kredit?
Jawab :
Manfaat :
Tambahan keuntungan =(Rp.1.050 juta – Rp 800 juta) x 15 %= Rp 37.500.000
Pengorbanan :
Perputaran piutang = 360 hari / batas pembayaran= 360 hari / 30 hari= 12 kali setahun.
Rata-rata piutang = penjualan kredit / perputaran piutang= Rp 1.050 juta/ 12 kali= Rp 87.500.000
Dana untuk membiayai piutang = (100% - 15%) x Rp 87.500.000= Rp 74.375.000
Biaya dana = Rp 74.375.000 x 16% = Rp 11.900.000
Tambahan manfaat bersih= Rp 37.500.000 - Rp 11.900.000 = Rp 25.600.000
Dari perhitungan di atas, PT GM sebaiknya beralih ke rencana penjualan secara kredit tanpa diskon, karena manfaat yang akan diperoleh lebih besar daripada pengorbanan yang dilakukan.
b. Menjual kredit dengan diskon.
PT GM semula menjual gula pasir secara tunai > tercapai penjualan per tahun Rp 800.000.000.
Perusahaan kemudian merencanakan akan merubah syarat penjualan menjadi 2/10, n30.
Dengan syarat penjualan tersebut, diperkirakan penjualan meningkat sampai Rp 1.050.000.000.
Diperkirakan 50% pembeli memanfaatkan diskon, dan sisanya membayar pada hari ke-30.
Bila Profit margin 15% dan biaya dana 16% , Apakah perusahaan perlu beralih ke penjualan kredit?
Jawab :
 Rata-rata periode pembayaran piutang= (50% x 10 hr) + (50% x 30 hr)= 5 hari + 15 hari = 20 hari
 Perputaran piutang= 360 hari / 20 hari= 18 kali setahun
 Rata – rata piutang = Rp 1.050.000.000 / 18 kali= Rp 58.333.333
 Rata – rata dana untuk membiayai piutang = (100% - 15%) x Rp 58.333.333 = Rp 49.583.333
Manfaat :
 Penurunan biaya dana = ( Rp 74.375.000 – Rp 49.583.333 ) x 16% = Rp 3.966.667
Pengorbanan :
 Diskon yang diberikan = 2% x 50% x Rp 1.050.000.000 = (Rp10.500.000 ) -
 Manfaat bersih = (Rp10.500.000) - Rp 3.966.667 = ( Rp 6.533.333 )
Dari penghitungan di atas menunjukkan bahwa diskon yang diberikan ternyata lebih besar drpd penghematan biaya. Dengan demikian, PT GM tidak perlu memberikan diskon, karena dengan syarat penjualan 2/10, n30 diperkirakan tidak akan memberikan manfaat bersih yang positif.
c. Penjualan secara kredit dengan kemungkinan piutang tidak terkumpul.
PT GM semula menjual gula pasir secara tunai > tercapai penjualan per tahun Rp 800.000.000.
Perusahaan kemudian merencanakan akan merubah syarat penjualan menjadi n/30.
Dengan syarat penjualan tersebut, diperkirakan penjualan meningkat sampai Rp 1.050.000.000, tetapi diperkirakan 1% tidak terbayar. Profit margin yang diperoleh sekitar 15%.
Apakah perusahaan sebaiknya menjual secara kredit atau tunai?
JAWAB >>>
Manfaat :
Tambahan keuntungan karena tambahan penjualan=
(penjualan kredit– penj tunai) x profit margin =(Rp 1.050 juta – Rp 800 juta) x 15 % = Rp37.500.000
Pengorbanan :
• Perputaran piutang= 360 hari / batas pembayaran = 360 hari / 30 hari = 12 kali setahun
• Rata2 piutang = penjualan kredit/perputaran piutang= Rp 1.050 juta/12 kali = Rp 87.500.000
• Dana yang diperlukan untuk membiayai piutang = (100% - 15%) x Rp 87.500.000 = Rp 74.375.000
• Biaya dana = Rp 74.375.000 x 16% = Rp 11.900.000
• Kerugian karena piutang tak terbayar = 1% x Rp 1.050.000.000 = Rp 10.500.000
• Total biaya tambahan = Rp.11.900.000 + Rp.10.500.000 = Rp 22.400.000
• manfaat bersih = Rp.37.500.000 – Rp.22.400.000 = Rp 15.100.000
Dari penghitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan mempertimbangkan kemungkinan penjualan tidak terbayar sebesar 1%, penjualan kredit diharapkan masih menguntungkan apabila dibandingkan dengan penjualan secara tunai.
LAtihan Soal Mnj.Piutang:
1. Persh. A mempunyai penjualan tahunan sebesar Rp.12juta, semuanya penjualan kredit. Harga jual produk Rp.12/unit, dengan biaya variabelnya sebelum pajak Rp. 9/unit. Dengan pelonggaran kredit diharapkan penjualan akan meningkat 20%. Biaya modal 10% . Rata-rata hari pengumpulan piutang sebelum pelonggaran 1 bulan dan sesudahnya menjadi 2 bulan. Dari data tsb, coba anda analisa apakah pelonggaran kredit itu bisa diterima.
2. Persh B menjual barang dagangan secara kredit dengan syarat 1/15,n 60. Penjualan bisa direalisir sekitar 5.000 unit perbulan dengan harga jual Rp.50 perunit dan harga belinya Rp. 40 perunit. Piutang yang tidak terbayar ditaksir 1 % dari penjualan. Dari pengalaman tidak ada yang memanfaatkan discount.
a. Berapa keperluan dana untuk membelanjai piutang
b. Apabila biaya modal 20%, maka hitung besarnya biaya modal yang ditanggung
c. Perusahaan ingin mengubah syarat penjualan menjadi 2/30, n/90, maka diperkirakan 30%
pembeli akan memanfaatkan discount. Berapa rata-rata hari pengumpulan piutang ?
d. Apabila penjualan dianggap tidak berubah, berapa perusahaan bisa menghemat keperluan dana
untuk piutang?
d. Apakah persyaratan penjualan 2/30 net 90 lebih baik daripada 1/15 net 60?

Rabu, 12 November 2014

This me ( only for u III )


kapan seorang pria bisa terlihat benar di mata mu? 
kala waktu tak berpihak pada ku
mungkin saat itu kamu gak bisa menyalahkan ku lagi,
nikmati sesuka hati mu
dan.
sampai saat itu 
                                        mungkin  kita bisa sadari kalau kita tak bisa bersama.
harusnya kamu pahami  aku diam agar kamu tidak terhina,aku menjaga kehormatan mu,aku menjaga hati mu,dan aku selalu bertindak hati-hati, sangat teramat  hati-hati agar aku tak melukai hati mu yang begitu sensi.
 sampai kau bilang aku aneh
.aku selalu berpikir sebelum bertindak. bahkan jauh sebelum itu ak telah minta maaf kala itu ,saat kita jumpa pertama,maaf itu untuk mu, karena aku tau kita akan bnyak sekali kontra,aku sangat sayang kamu,sampai aku tak mampu mengerti beda sayang dan benci,,., aku tak seburuk yang kamu kira,dan ak tak sebaik yang kamu pikirkan tapi ak hanya sedang dalam proses perbaikan diri.

selama kamu melihat dengan sudut mu maka aku tetap sama
this me
ini takdir ku dan aku akan bahagiakan banyak orang kelak
karena ini takdir ku

uji t pengujian sampel dari populasi

Uji - t dan Anova Untuk membandingkan 2 objek atau lebih

t-TEST & ANOVA


       Uji t (t-test) merupakan prosedur pengujian parametrik rata-rata dua kelompok data, baik untuk kelompok data terkait maupun dua kelompok bebas. Untuk jumlah data yang sedikit maka perlu dilakukan uji normalitas untuk memenuhi syarat dari sebaran datanya.
       Umumnya pada uji t dua kelompok bebas, yang perlu diperhatikan selain normalitas data juga kehomogenan varian. Kehomogenan data digunakan untuk menentukan jenis persamaan uji t yang akan digunakan.

A.  Persamaan berikut ini digunakan jika variansi data antara dua kelompok sampel sama.




Dengan perhitungan derajat bebas:






B. Persamaan berikut ini digunakan jika variansi data antara dua kelompok sampel berbeda.











Dengan perhitungan derajat bebas (degree of freedom)




       Terlihat perbedaan antara kedua persamaan pada perhitungan Standar Error of Mean/pembagi selisih rata-rata. Selain itu perbedaan juga terletak pada perhitungan derajat bebas kedua persamaan itersebut. Umumnya pada software statistik kedua perhitungan itersebut ditanpilkan sehingga hal yang penting untuk memilih perhitungan mana yang akan digunakan terlebih dulu dilihat apakah hasil perhitungan nilai variansi kedua kelompok sampel berbeda atau sama.
       Anova Merupakan prosedur pengujian parametrik rata-rata lebih dari dua kelompok data. Pada pengujian Anova selain data harus terdistribusi normal, variansi antar perlakuan harus homogen. Sebelum pengujian Anova dilakukan, maka perlu dilakukan explorasi data untuk melihat apakah kedua asumsi dipenuhi. Jika asumsi kehomogenan varian tidak terpenuhi dapat diatasi dengan mentransformasi data yang ada, prinsipnya adalah rentang data yang besar diusahakan menjadi mengecil, salah satu dengan tranformasi Logaritma. Untuk data yang tidak terdistribusi normal dapat di transormasi dengan beberapa teknik tranformasi seperti Box-Cox Transformation atau Johnson Transformation.
      Pada uji Anova umumnya diikuti oleh uji lanjutan berupa uji Turkey (Beda Nilai Jujur), Beda Nilai Terkecil (BNT), Benferoni dll. Penggunaan jenis uji lanjutan didasarkan pada pemenuhan asumsi ke homogenan variansi serta tingkat sensitifitasan dari pengujian.

Sabtu, 08 November 2014

only for you(II)

16_02 atau 03

biarkan terbang menggapai bintang,jangan engkau kekang walau hanya seikataan jari kelingking
relakan bersinar diatas nan terang , lalu do'a kan dan lupakan
bukan dengan siapa ? bukan dengan apa? dan tidak harus dengan saya
yang terpenting adalah bahagia

seberapa pantas jiwa dan hati ku di persiapkan untuk menjadi hebat
seberapa kuat aku ?
bersanding dengan wanita hebat
tentang sebuah takdir, yang menyatukan tiap-tiap jenjang hati kita

tak perlu lari,maka ia menghampiri,tak perlu lebay ia telah sadari
ini tetntang rasa ku, rasa yang lupa untuk ku cerna
rasa yang membuat aku ingin marah
aku menahan untuk memperbaiki diri
jika aku telah hebat dan kamu tetap pergi maka ini takdir yang menjadikan kita terpisah

bukan hal istimewa dan bukan hal yang tak bisa di capai 
membangun istana dengan keikhlasan,kejujuran,pengorbanan
dan istana itu adalah kebahgian di dalam hati mu

Sampel pada distribusi normal

sampel pada distribusi normal


Sampel adalah bagian dari populasi yang digunakan untuk menyimpulkan atau menggambarkan populasi. Pemilihan sampel dengan metode yang tepat dapat menggambarkan kondisi populasi sesungguhnya yang akurat, dan dapat menghemat biaya penelitian secara efektif.


Idealnya, sampel haruslah benar-benar menggambarkan atau mewakili karakteristik populasi yang sebenarnya. Sebagai contoh, dalam suatu polling (jajak pendapat) yang ingin mengetahui berapa proporsi (persentase) pemilih yang akan memilih kandidat Bupati “X”, membutuhkan sampel yang benar-benar mewakili kondisi demografi pemilih di Kabupaten “X”.
Secara umum, terdapat dua pendekatan dalam metode pemilihan sampel. Yakni probability sampling dan nonprobability sampling. Dalam metode probability sampling, seluruh unsur (misalnya: orang, rumah tangga) dalam suatu populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih dalam sampel. Dalam metode ini, cara pemilihan sampel harus dilakukan secara acak (random). Demikian pula dengan jumlah sampel minimum, harus dihitung secara matematis berdasarkan probabilitas.
Sebaliknya, dalam metode nonprobability sampling, unsur populasi yang dipilih sebagai sampel tidak memiliki kesempatan yang sama, misalnya karena ketersediaan (contoh: orang yang sukarela sebagai responden), atau karena dipilih peneliti secara subyektif. Sebagai akibatnya, penelitian tersebut tidak dapat menggambarkan kondisi populasi yang sesungguhnya.
Metode Slovin
Pertanyaan dalam seringkali diajukan dalam metode pengambilan sampel adalah berapa jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian. Sampel yang terlalu kecil dapat menyebabkan penelitian tidak dapat menggambarkan kondisi populasi yang sesungguhnya. Sebaliknya, sampel yang terlalu besar dapat mengakibatkan pemborosan biaya penelitian.
Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel adalah menggunakan rumus Slovin (Sevilla et. al., 1960:182), sebagai berikut:
dimana
n: jumlah sampel
N: jumlah populasi
e: batas toleransi kesalahan (error tolerance)
Untuk menggunakan rumus ini, pertama ditentukan berapa batas toleransi kesalahan. Batas toleransi kesalahan ini dinyatakan dengan persentase. Semakin kecil toleransi kesalahan, semakin akurat sampel menggambarkan populasi. Misalnya, penelitian dengan batas kesalahan 5% berarti memiliki tingkat akurasi 95%. Penelitian dengan batas kesalahan 2% memiliki tingkat akurasi 98%. Dengan jumlah populasi yang sama, semakin kecil toleransi kesalahan, semakin besar jumlah sampel yang dibutuhkan.
Contoh: 
Sebuah perusahaan memiliki 1000 karyawan, dan akan dilakukan survei dengan mengambil sampel. Berapa sampel yang dibutuhkan apabila batas toleransi kesalahan 5%.
Dengan menggunakan rumus Slovin:
n = N / ( 1 + N e² ) = 1000 / (1 + 1000 x 0,05²) = 285,71 » 286.
 
variasi lain.,. dalam distribusi normal
Dengan demikian, jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 286 karyawan.

variasi soal yang lain semisal dalam distribusi normal..kita akan mencari jumlah sampel pada populasi X
  terlebih dahulu harus ada CL (confidence level/nilai benar/tingkat signifikansi),alpa ( nilai tolereransi untuk salah ) serta margin of error ,simpangan baku/standar deviasi, serta penggunaan tabel Z model 1

Rumus Pertama:
n = \frac{Z_{\alpha \mid 2}^2 \cdot {\sigma}^2}{{\Delta}^2}
Penjelasan:
n = jumlah sampel atau ukuran sampel (sample size)
Z_{\alpha \mid 2} = angka pada distribusi normal yang memotong bagian atas (upper tail) pada probabilitas \alpha \mid 2.
Angka \pm Z_{\alpha \mid 2} biasa disebut selang kepercayaan (confidence interval).
Pada tingkat kepercayaan 95%, \alpha = 0.05, Z_{\alpha \mid 2} =  1,96.
Pada tingkat kepercayaan 99%, \alpha = 0.01, Z_{\alpha \mid 2} = 2,58.
\sigma = simpangan baku (standard deviation).
Berhubung adanya asumsi bahwa proses pada quick count itu hanya tentang memilih calon X atau tidak memilih calon X, simpangan baku maksimum adalah 0,5. Ini sesuai Bernoulli Process dan Binomial Distribution.
\Delta = galat (error). Sedangkan “margin of error” itu \pm \Delta.
Rumus di atas adalah penurunan dari rumus menghitung margin of error, tanpa Finite Error Correction (FEC):
\Delta = Z_{\alpha \mid 2} \cdot \frac{\sigma}{\sqrt{n}}
Contoh 1.1:
Kita menginginkan quick count yang memiliki tingkat kepercayaan 95% (\alpha = 0.05) dan margin of error 1%. Berapakah sampel yang harus diambil?
Z_{\alpha \mid 2} = 1,96
\sigma = 0,5 (sesuai asumsi Bernoulli Process)
n = \frac{1,96^2 0.5^2}{0.01^2} = 9604
Jadi sampel yang harus diambil ada 9604.
Contoh 1.2:
Bagaimana kalau tingkat kepercayaan yang diinginkan 99% dan margin of error sama?
Dengan rumus yang sama, diperoleh ukuran sampel n = 16641.
Rumus pertama di atas untuk menghitung jumlah sampel bisa dibaca di posting berikut

Rumus Kedua:
n = \frac{Z_{\alpha \mid 2}^2 \cdot p(1-p) \cdot N}{Z_{\alpha \mid 2}^2 \cdot p(1-p) + (N-1) \cdot {\Delta}^2} = \frac{Z_{\alpha \mid 2}^2 \cdot {\sigma}^2 \cdot N}{Z_{\alpha \mid 2}^2 \cdot {\sigma}^2 + (N-1) \cdot {\Delta}^2}
Penjelasan:
n = jumlah sampel atau ukuran sampel (sample size)
N = jumlah populasi atau ukuran populasi (population size)
Z_{\alpha \mid 2} = angka pada distribusi normal yang memotong bagian atas (upper tail) pada probabilitas \alpha \mid 2.
\sigma =  simpangan baku (standard deviation).
p(1-p) = {\sigma}^2 =  variance, sesuai asumsi Binomial Distribution atau Bernoulli Process.
Entropi maksimum tercapai ketika p = 0,5. Jadi margin of error yang paling besar tercapai ketika p = 0,5, jadi asumsikan begitu, sehingga \sigma = 0,5.
\Delta = galat atau error.
Rumus di atas adalah penurunan dari rumus menghitung margin of error, dengan Finite Error Correction (FEC):
\Delta = \sqrt{\frac{N-n}{N-1}} \cdot Z_{\alpha \mid 2} \cdot \frac{\sigma}{\sqrt{n}}
FEC = \sqrt{\frac{N-n}{N-1}}
Contoh 2.1:
Kita menginginkan quick count yang memiliki tingkat kepercayaan 95% (\alpha = 0,05) dengan margin of error 1%. Berapa besar ukuran sampel yang dibutuhkan ketika populasi 186.612.255 orang?
Z_{\alpha \mid 2} = 1,96
N = 186.612.255
\Delta = 0,01
p(1-p) = {\sigma}^2 = 0,5^2 = 0,25
n = \frac{1,96^2 \cdot 0,25 \cdot 186812255}{1,96^2 \cdot 0,25 + (186612255 - 1) \cdot 0,01^2} \approx 9603,5 \approx 9604
Ternyata hasil rumus kedua mirip dengan rumus pertama, yaitu ukuran sampelnya 9604.
Contoh 2.2:
Bagaimana kalau populasi penduduk hanya 1 juta orang?
N = 1.000.000
n = \frac{1,96^2 \cdot 0,25 \cdot 1000000}{1,96^2 \cdot 0,25 + (1000000 - 1) \cdot 0,01^2} \approx 9512,65 \approx 9513
Ukuran sampel menjadi 9513.


Sabtu, 18 Oktober 2014

Only for U

Sesal
waktu itu sabtu terakhir dalam hidup ku
waktu itu hal terindah bersama mu
dan Sabtu itu ku tahu saat kebersamaan tak mungkin bisa terulang
dan sabtu itu saat aku memutuskan untuk melupakan kenangan.

Pertemuan menakdirkan kita untuk berkontra
setiap saat hanya debat
setiap waktu hanya keluh 
dan setiap tatap hanya benci
di dekatmu hal terburuk ku
dan mengingatmu adalah hantu terseram dalam naungan pikiran ku

dalam benci yang dalam ada cinta yang tak jauh lebih luas
dalam benci itu sendiri ,ada sayang yang sulit di ungkapkan
dan dalam setiap harap

i wish u as my spesial friend now and future